enter image description here

Pada 8 Mei 2025, Gereja Katolik menyambut pemimpin barunya, Paus Leo XIV, yang terpilih dalam konklaf di Vatikan setelah wafatnya Paus Fransiskus pada 21 April 2025. Pemilihan ini menandai momen bersejarah, karena Paus Leo XIV menjadi Paus pertama yang berasal dari Amerika Serikat dan anggota Ordo Santo Agustinus yang memimpin Gereja Katolik.

Konklaf yang berlangsung selama dua hari dihadiri oleh 133 kardinal, jumlah tertinggi dalam sejarah. Setelah pemungutan suara keempat, Kardinal Robert Francis Prevost, O.S.A., terpilih sebagai Paus ke-267 dan memilih nama Leo XIV. Pengumuman resmi dilakukan oleh Kardinal Protodiakon Dominique Mamberti dari balkon Basilika Santo Petrus dengan seruan tradisional "Habemus Papam!" Dalam penampilan publik pertamanya, Paus Leo XIV menyampaikan pesan perdamaian dan kasih ilahi kepada umat. Wikipedia

Paus Leo XIV lahir di Chicago, Illinois, dan memiliki kewarganegaraan ganda Amerika Serikat dan Peru. Beliau mengabdikan lebih dari dua dekade pelayanannya di Peru sebagai misionaris dan kemudian sebagai Uskup Chiclayo. Sebelum terpilih sebagai Paus, beliau menjabat sebagai Prefek Dikasteri untuk Para Uskup dan Presiden Komisi Kepausan untuk Amerika Latin. Pemilihan nama "Leo" merupakan penghormatan kepada Paus Leo XIII, yang dikenal karena komitmennya terhadap keadilan sosial dan hak-hak pekerja.

Paus Leo XIV diharapkan melanjutkan warisan reformasi dan keterbukaan yang telah dimulai oleh Paus Fransiskus. Dengan latar belakang pastoral dan pengalaman misionarisnya, beliau diharapkan dapat memperkuat persatuan Gereja dan menjawab tantangan global seperti perubahan iklim, migrasi, dan keadilan sosial. Umat Katolik di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, diajak untuk mendoakan dan mendukung kepemimpinan Paus Leo XIV dalam membimbing Gereja menuju masa depan yang penuh harapan.